Perkembangan Mobil Listrik Di Indonesia

Walaupun pemerintah baru akhir tahun 2019 lalu mengeluarkan kebijakan untuk mengembangkan mobil listrik, sebenarnya Indonesia sejak beberapa tahun lalu sudah mulai membuat mobil listrik walaupun pada waktu itu skalanya masih sebatas prototipe.

Salah satu tokoh yang cukup populer dengan gebrakan mobil listrik di Indonesia beberapa tahun lalu tentu saja adalah Dahlan Iskan. Menteri BUMN di era pemerintahan Presiden SBY ini sempat gencar membuat beberapa mobil listrik canggih dengan menggandeng beberapa anak bangsa yang memang ahli dalam teknologi mobil listrik.

Ambisi Dahlan saat itu adalah agar Indonesia setidaknya bisa bersaing dalam industri mobil listrik di dunia. Setidaknya menurut dia walaupun kita kalah dalam hal mobil konvensional, namun Indonesia bisa bersaing dalam pengembangan mobil listrik karena momentumnya pas dengan perkembangan mobil listrik di dunia.

Di periode 2012 -2013 Dahlan dengan meminta bantuan Ricky Elson – Insinyur lulusan Jepang untuk membantu proyek mobil listrik ini berhasil membuat 3 mobil listrik yang cukup canggih.

1.Mobil Listrik Tuxuci

Mobil listrik bertipe sport ini hasil kerjasama Dahlan dengan sebuah rumah modifikasi di Yogyakarta – Kupu-Kupu Malam di tahun 2012. Untuk mobil ini Dahlan juga bekerjasama dengan ahli mobil listrik lainnya , Danet Suryatama – ahli teknologi mobil listrik lulusan ITS.

Secara tampilan mobil ini sangat futuristik dan dilengkapi dengan pintu gunting ala Lamborghini. Dari sisi spesifikasi teknis mobil ini ditenagai oleh sebuah motor listrik yang mengeluarkan tenaga hingga 268 daya kuda. Baterainya sendiri menggunakan jenis Lithium Iron Phospate. Mobil ini juga bisa menempuh jarak hingga 400 kilometer untuk satu kali pengisian baterai full dan kecepatan maksimal yang bisa dicapai adalah 200 km/jam.

Baca juga: Kelebihan dan kekurangan mobil listrik

Walaupun sempat dipamerkan di Jakarta, mobil ini mengalami nasib nahas. Dalam perjalanan test drive yang dilakukan oleh Dahlan Iskan sendiri di Jawa Timur. Mobil ini mengalam kecelakaan karena bermasalah di bagian remnya. Gara-gara kecelakaan tersebut Dahlan untungnya hanya mengalami luka-luka ringan, namun Tuxuci mengalami hancur terutama di bagian depan bodinya. Saat ini mobil berbiaya 1,5 miliar ini hanya bisa dipamerkan di Museum Angkut, Malang.

2. Mobil Listrik Selo

Mobil ini adalah kelanjutan dari proyek mobil Tuxuci. Ricky Elson ahli mobil listrik yang kali ini lebih dominan menggarap proyek Selo ini mengungkapkan kalau mobil ini dilengkapi dengan beberapa fitur yang sebelumnya tidak ada di Tuxuci. Fitur-fitur itu diantaranya adalah rem mekanik, rem gearbox dan pengisian listrik otomatis ketika mengerem.

Untuk sumber tenaga kali ini Selo dilengkapi dengan motor listrik dengan tenaga 182 dk. Untuk bodi sendiri mobil ini masih dipercayakan kepada bengkel modifikasi yang sama yaitu Kupu-kupu Malam di Yogyakarta.

80 persen komponen mobil ini berasal dari Indonesia, sisanya terutama komponen teknis sistem listriknya didatangkan dari luar negeri. Mobil ini juga sempat di tes di berbagai macam jenis medan dan jalan, dan hasilnya mobil bisa melaju hingga 300 kilometer untuk sekali baterai penuh.

3. Gendhis

Masih inisiatif Dahlan Iskan dibantu dengan Kupu-kupu Malam, mobil listrik berikutnya yang berhasil dibuat adalah jenis minibus bernama Gendhis.

Mobil listrik yang muat banyak penumpang sekelas seperti minibus Alphard ini, dilengkapi juga sistem entertainment dan perlengkapan mewah didalamnya. Gendhis ini sempat dipamerkan di acara KTT APEC 2013 yang waktu itu diadakan di Nusa Dua, Bali.

Sistem mesin listrik yang digunakan Gendhis sama seperti yang digunakan Selo. Untuk sekali charge baterai bisa penuh dalam 4 jam dan mampu menempuh jarak 250 hingga 300 kilometer.

4. Mobil Listrik Ahmadi

Sesuai namanya mobil ini diciptakan oleh seorang pengusaha yang juga lulusan ITB Dasep Ahmadi. Mobil pertama kali yang dibuat oleh Dasep adalah Evina yang merupakan singkatan dari Electric Vehicle Indonesia.

Evina sendiri mampu beroperasi hingga 130 kilometer dengan lama pengisian daya listrik hanya 4 jam saja.Baterainya sendiri yang berkapasitas 40 kWh masih di impor langsung dari Amerika Serikat.

Kesuksesan Dasep membuat city car listrik Evina ini membuat pemerintah saat itu yang diwakili juga oleh Dahlan Iskan ikut tertarik juga untuk bekerjasama membuat mobil listrik dalam jumlah besar. Apalagi mendengar kalau mobil Dasep tersebut ikut diminati juga pemerintah Norwegia.

Akhirnya pada 2013 melalui Kementrian BUMN, Pemerintah Indonesia mengadakan kerjasama pengadaan 16 unit mobil yang terdiri dari 60 persen sekelas Evina dan sisanya sekelas bus yang juga rencananya akan dipamerkan di acara APEC di Bali. Untuk pengadaan proyek ini Kementrian BUMN meminta sponsor dari perusahaan-perusahaan BUMN seperti PT.PLN dan Pertamina untuk membiayai proyek ini dengan nilai pengerjaan sebesar 32 milyar.

Sayangnya dalam perjalanannya Dasep harus tersandung masalah hukum karena dianggap wanprestasi karena tidak memenuhi target untuk mengadakan 16 mobil mobil listrik seperti rencana sebelumnya. Total hingga tenggat waktu yang telah ditentukan Dasep hanya bisa menyelesaikan 1 unit Bus listrik dan dua mobil listrik mewah sekelas MPV. Diduga juga Dasep untuk membuat mobil-mobil tersebut hanya memodifikasi dari mobil-mobil yang sudah ada di pasaran.

Akibat masalah tersebut Dasep juga harus menghentikan proyek Evina yang ia telah rintis sebelumnya.

5. Mobil Listrik LIPI

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebenarnya sudah cukup lama mengembangkan mobil listrik, tepatnya sejak 1997 lembaga milik pemerintah ini sudah aktif melakukan pengembangan mobil listrik. Bahkan sebelumnya LIPI juga berhasil merubah Toyota Kijang 5k menjadi Kijang Listrik yang menggunakan motor listrik 52 daya kuda dan bisa menempuh jarak hingga 75 kilometer.

Salah satu mobil ciptaan LIPI adalah sedan yang dinamakan Hevina. Sedan ini menggunakan platform dari sedan Timor yang dirubah sedemikian rupa agar bisa menggunakan mesin listrik.

Hevina ini sendiri mampu beroperasi hingga 130 kilometer dan kecepatan tertinggi yang bisa diraih adalah 140 km/jam. Di tahun 2012 beberapa unit mobil Hevina sudah digunakan oleh kepolisian dan rumah sakit.

Selain versi sedan LIPI juga berhasil membuat Hevina versi bus pendek yang bisa memuat penumpang hingga 16 orang. Bahkan bus ini juga sempat dipamerkan di acara APEC 2013 di Bali.

6. Mobil Listrik ITB Bandung

Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu universitas yang ditunjuk untuk mengembangkan mobil listrik. Sejak 2012 universitas ini sudah melakukan riset mengenai mobil listrik yang dananya bersumber dari APBN.

Saat ini ITB sudah membuat protiotipe mobil listrik dengan 3 jenis yang berbeda. Mobil pribadi, mobil angkutan perkotaan dan kendaraan pengantar surat yang modelnya menyerupai kendaran bajaj.

Dalam perjalannya ITB sendiri meminta bantuan PT. Pindad dalam hal pembuatan mesin listriknya. Sedangkan komponen lain seperti casis dan bodi, ITB merangkul beberapa perusahaan sebagai partner kerjasama diantaranya adalah PT. Nipress Tbk, PT Telehouse Engineering, PT Boneo Daya Utama, dan PT Grain EV.

7. Mobil Listrik Kasuari Hasil Karya ITS Surabaya

Selain ITB, Institut November Surabaya juga mampu untuk membuat mobil listrik yang dinamakan Kasuari. Untuk proyek ini ITS menggandeng PT. PLN sebagai partner dalam pengembangan mobilnya.

Yang unik dari mobil listrik ciptaan ITS ini adalah jenis yang dibuat adalah jenis mobil speed offroad dan tentu saja terlihat gagah. ITS sendiri mengklaim 80 persen komponen Kasuari adalah hasil anak bangsa sendiri.

Mobil ini menjelang peluncurannya di Papua, sempat dijajal langsung dalam misi uji coba dengan rute mengelilingi Indonesia. Butuh waktu 8 bulan mobil ini melewati pulau-pulau besar di Indonesia, menurut Ketua Tim Uji Coba dari ITS Agus Mukhlisin mobilnya tersebut tidak mengalami kendala yang berarti dalam perjalan uji coba tersebut. Bahkan ia mengklaim mobil Kasuari ini lebih efisien dibandingkan dengan mobil konvensional.