Mobil Listrik Audi

Pabrikan Audi didirikan pada tahun 1909 dan saat ini menjadi bagian dari grup Volkswagen sejak tahun 1964. Kalau di Indonesia saat ini Audi tidak menjual mobil listrik, di Eropa Audi cukup lengkap menawarkan varian mobil listriknya. Total ada 5 mobil hybrid dan 6 mobil listrik yang dijual Audi di Eropa.

Audi A3 e-tron adalah model plug-in hybrid pertama yang diluncurkan oleh pabrikan ini. Kemudian disusul oleh Audi Q7 yang diluncurkan pada tahun 2016. Memiliki strategi ‘zero emission’ , Audi juga menaruh minat besar pada mobil 100% elektrik.

Dengan strategi baru itulah pada tahun 2018 Audi meluncurkan SUV listrik yang dinamakan Audi e-tron. Mobil ini memiliki jarak tempuh hingga 400 km, untuk model sportif-nya dinamakan Audi e-tron Sportback, yang diluncurkan pada tahun 2019. Untuk model yang lebih sporty , mobil listrik ini diberi nama GT e-tron juga rencananya dipasarkan pada tahun 2020-an dan kemungkina besar akan berbagi platform dengan Porsche Taycan.

Audi A3 e- tron – (Plug-in Hybrid)

Audi A3 e-tron adalah mobil plugin hybrid pertama dari pabrikan berlambang 4 cincin ini. Mobil ini pertama kali dipasarkan pada tahun 2014.

Mobil ini dilengkapi dengan mesin bensin 1400 cc TSI dengan tenaga 150 dk atau 204 daya kuda apabila digabungkan dengan tenaga mesin listriknya. Dengan konfigurasi seperti itu, mobil ini mampu berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam waktu 7,6 detik, dan kecepatan maksimal yang bisa diraih adalah 222 km/jam. Walupun mobil ini berjenis plugin hybrid, dari soal tenaga mobil ini tidak jauh berbeda dengan mobil Audi lainnya yang bermesin normal.

Untuk konsumsi BBM, mobil ini mengkonsumsi sekitar 1 liter/22 kilometer dengan mode berkendara normal. Angka ini terhitung sangat irit apabila dibandingkan dengan mobil biasa dengan performance yang sama. Bahkan untuk mode berkendara hybrid, mobil ini hanya mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 1 liter / 66 kilometer.

Audi A3 e-tron menggunakan baterai tipe li-on yang memiliki kapasitas 8,8 kWh. Baterai ini memiliki dimensi yang cenderung agak besar dan memiliki berat 300 kg. Untuk mengisi daya baterai ini ada dua cara yang ditawarkan Audi. Pertama, dengan colokan listrik rumah biasa 240 volt, atau dengan menggunakan pengisi daya Wall Box 240v yang diberikan gratis oleh Audi untuk bonus pembelian mobil ini.

Audi R8 e-tron (100% listrik)

Setelah meluncurkan mobil plugin hybrid pertamanya, kemudian Audi meluncurkan mobil full elektrik pertamanya yang bernama Audi R8 e-tron. Ya, Mobil ini sebenarnya adalah versi elektrik dari R8 normal, yang penjualannya dihentikan pada tahun 2016 karena angka penjualannya kurang memuaskan. Hanyak 100 unit dalam setahun.

Pertama kali diluncurkan pada tahun 2015, R8 elektrik ini hingga saat ini harganya tidak pernah dibuka ke publik secara resmi. Namun apabila di Eropa R8 normal bisa bertarif hingga 200 ribu euros keatas, maka mobil ini rumornya memiliki harga hingga menyentuh angka 1 juta euros. Mungkin dengan salah satu alasan itulah mobil ini kurang bagus penjualannya.

Padahal dilihat dari spesifikasinya, mobil ini layaknya mobil sport normal dengan tenaga yang cukup mumpuni. Dilengkapi dengan dua mesin listrik dengan tenaga 227 dk dan torsi 460 Nm, mobil ini mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam 3,5 detik saja. Sebagai perbandingan, R8 normal hanya bisa berakselerasi dalam 3,9 detik. Sedangkan kecepatan maksimal yang bisa dicapai R8 e-tron ini adalah 250 km/jam.

Audi e-tron (100% listrik)

SUV listrik yang diluncurkan pada tahun 2018 ini sering disebut mobil listrik yang benar-benar pertama yang diproduksi oleh Audi, karena kebanyakan orang menganggap Audi R8 e-tron tidak benar-benar diproduksi khusus full elektrik.

Mobil ini dari sisi desain sangat terinspirasi dari mobil konsep Audi e-tron quattro. Dilengkapi dengan dua mesin listrik yang dipasang masing-masing pada kedua sumbu rodanya, mobil ini memiliki tenaga total 343 daya kuda dan torsi 560 Nm. Yang unik kedua mesin bisa diatur dengan dua pilihan mode berkendara.

  • Mode classic, pada pilihan mode ini untuk menghemat listrik mesin depan tenaganya dibatasi hingga 167 dk dan torsi 247 Nm. Sedangkan pada mesin belakang bekerja dengan tenaga normal. Pada mode ini mobil bisa berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam 6,6 detik.
  • Mode Boost, pada pilihan mode ini kedua mesin bekerja dengan mengerahkan tenaganya secara maksimal. Dalam pilihan mode ini tenaga yang bisa keluar bisa mencapai 400 dk dan torsi 664 Nm. Akselerasi yang bisa diraih adalah 5,7 detik dari 0 ke 100 km/jam. Namun sayang, mode ini hanya bisa bekerja dalam 8 detik saja.

Berbicara baterai mobil ditawarkan dengan pilihan baterai berdasarkan kapasitasnya. Untuk tipe tertinggi yang dinamakan e-tron quattro 55, versi ini dilengkapi dengan baterai dengan kapasitas 95 kWh yang mana bisa menempuh jarak hingga 417 kilometer. Sedangkan e-tron quattro 50 dilengkapi baterai dengan kapasitas 71 kWh yang mampu membawa mobil melaju hingga 300 kilometer.

Di Eropa mobil ini dibandrol mulai dari harga 77 ribu euros, dan ditawarkan dengan 3 versi kelengkapan yang berbeda-beda. Satu kelengkapan yang cukup menarik dari mobil ini adalah spion samping canggih dengan menggunakan kamera layaknya mobil masa depan. Untuk menambahkan fitur ini memerlukan tambahan biaya sekitar 1850 euros.