Kelebihan dan Kekurangan Dari Mobil Listrik

Dari hari ke hari semakin banyak informasi mobil listrik bermunculan di media. Mulai dari banyaknya produsen mobil yang berlomba-lomba membuat mobil listrik versi mereka masing-masing, hingga mobil listrik hasil modifikasi sendiri.

Apabila anda mulai tertarik dengan mobil listrik dan anda memiliki keinginan untuk memilikinya, dibawah ini kami rangkum beberapa hal mengenai kelebihan dan kekurangan dari mobil listrik yang mungkin dapat membantu anda untuk memiliki mobil listrik.

Kelebihan-kelebihan dari mobil listrik

Ramah Lingkungan

Salah satu hal utama memilih mobil listrik tentu saja dampak lingkungan yang ditimbulkan dari mobil listrik. Secara umum mobil listrik lebih ramah lingkungan daripada mobil konvensional terutama di daerah perkotaan dimana volume kendaraan lebih banyak dibandingkan dengan area lain.

Tanpa adanya knalpot, sehingga tidak ada emisi gas yang dibuang ke udara menjadikan mobil listrik secara lokal mampu menjaga udara sekitarnya lebih bersih bagi pejalan kaki maupun pengendara sepeda.

Walupun tidak 100 persen bebas pencemaran lingkungan (pembuatan baterai, sumber listrik batu bara) mobil listrik tetap saja lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan mobil biasa. Apalagi kalau dimasa depan teknologi pembuatan baterai lebih canggih dan lebih ramah lingkungan maka mobil listrik akan lebih ideal lagi sebagai kendaraan ramah lingkungan.

Mobil Listrik Lebih Awet

Banyak fakta membuktikan mobil listrik lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan mobil konvensional. Secara umum mobil konvensional tahan hingga 300 ribu atau bahkan 400ribu kilometer kalaupun lebih biasanya membutuhkan peremajaan mesin total agar bisa berfungsi normal, sedangkan mobil listrik karena minimnya komponen mekanik yang digunakan maka mobil listrik relatif lebih tahan dan awet apabila digunakan dengan normal. Beberapa pengguna model mobil listrik misalnya pemilik Tesla Model S asal Jerman telah memecahkan rekor menggunakan mobilnya hingga 900 ribu kilometer! Memang tesla-nya telah mengalami pergantian baterai satu kali, namun mesin yang digunakan masih mesin yang ia pakai dari baru dan tanpa mengalami kerusakan berarti.

Ini membuktikan memang mesin listrik jauh lebih tahan rusak atau aus. Selain itu dalam hal perawatan karena minimnya jumlah komponen mekanik (tidak adanya girboks, kopling,kruk as,dll) maka relatif jarang masuk bengkel. Tentu saja seperti disebutkan diatas, baterai masih memiliki kelemahan dalam hal usia pakai, namun semakin hari teknologi baterai akan semakin canggih bahkan Tesla berencana membuat baterai yang bisa digunakan hingga 1,6 juta kilometer.

Membeli Mobil Listrik Lebih Menguntungkan

Walaupun harga belinya relatif lebih mahal, namun dalam jangka panjang mobil listrik lebih ekonomis dibandingkan dengan mobil mesin bensin ataupun diesel. Walaupun diawal kita mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli mobil listrik, namun dalam perjalannya kita mengeluarkan biaya operasional lebih sedikit dibandingkan dengan mobil konvensional karena harga listrik lebih murah dibandingkan dengan harga BBM.

Mobil Listrik Adalah Kendaraan Masa Depan

Kalau kita bisa menyimpulkan secara garis besar alasan untuk memilih mobil listrik, tentu saja kita bisa bilang mobil listrik adalah solusi yang paling potensial dimasa yang akan datang sebagai kendaraan utama manusia. Bukan hanya lebih ramah lingkungan, lebih awet akan tetapi juga dimasa yang akan datang orang-orang akan menggunakan mobil listrik di dalam perkotaan.

Untuk itulah kini di kota-kota besar seperti Paris atau Madrid mobil-mobil yang masuk sudah dibatasi dan hanya mobil listrik atau mobil rendah emisi yang bisa beredar di dalam kota-kota tersebut. Di masa depan besar kemungkinan jumlah mobil listrik yang di dalam kota akan lebih banyak dibandingkan mobil konvensional.

Kekurangan Mobil Listrik

Harga Beli Yang Masih Mahal

Hal pertama yang mengganjal bagi kebanyakan orang untuk membeli mobil listrik adalah harganya yang kelewat tinggi. Saat ini harga mobil listrik masih diatas 800 juta rupiah. Bahkan mobil listrik kelas menengah bisa sampai diatas 1 miliar.

Di Eropa sendiri harga mobil listrik walaupun jauh lebih murah bila dibandingkan denga harga di Indonesia, tetap saja 2 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan harga mobil konvensional. Oleh karena itu tidak semua orang memilik akses menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan sehari-hari.

Untungnya pemerintah Indonesia sendiri sudah mengambil keputusan dengan mengeluarkan Perpres tahun 2019 yang secara umum dapat mempengaruhi harga mobil listrik agar lebih murah lagi kedepannya.

Sebagai perbandingan di Eropa sendiri beberapa negara sudah menerapkan bantuan atau intensif yang lebih agresif. Di Perancis misalnya, pemerintah akan memberikan bantuan dana hingga 20 persen dari harga mobil listrik baru bagi warganya yang ingin menukar mobil konvensional ke mobil ramah lingkungan.

Jarak Tempuh

Kelemahan mobil listrik yang lain dan cukup mengganggu adalah jarak tempuh maksimal yang bisa dicapai untuk satu kali pengisian baterai. Saat ini kebanyakan mobil listrik hanya bisa menempuh 200 hingga 300 kilometer. Secara angka lebih dari cukup apabila mobil listrik hanya digunakan untuk dalam kota, namun untuk luar kota jauh dari kata ideal apalagi kalau stasiun pengisian listrik masih sangat jarang seperti di Indonesia misalnya.

Itulah mengapa mobil listrik masih kurang ideal digunakan sebagai kendaraan jarak jauh, idealnya adalah sebagai kendaraan dalam kota dengan jarak yang relatif lebih pendek dan rute yang tetap, misalnya pergi bekerja atau menjemput anak ke sekolah.