Baterai LFP Lebih Bagus Dari Baterai Li-On?

Category: Baterai 22 0

Baterai LFP pamornya semakin naik setelah bos Tesla Elon Musk mengungkapkan kemungkinannya untuk menggunakan tipe baterai ini pada semua lini mobil Tesla. Sebelumnya memang Tesla sudah menggunakan baterai jenis ini pada sebagian Model 3 yang dirakit di Cina. Pertanyaannya, apakah baterai LFP memang sebagus baterai Li-on yang selama ini digunakan hampir semua mobil listrik.

Baterai LFP (Lithium-fer-phosphate) adalah baterai yang menggunakan anoda karbon grafit dan katoda besi fosfat LiFeP04 untuk menghasilkan listriknya. Tidak seperti baterai berjenis Li-On, baterai ini tidak membutuhkan bahan nikel dan cobalt, yang mana kedua bahan logam ini hingga saat ini masih menjadi kontroversi karena untuk mendapatkannya (menambang) dinilai banyak pihak dapat merugikan lingkungan. Dimana hal ini tentu saja bertentangan dengan konsep mobil listrik yang ramah lingkungan.

Baterai LFP sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1996 terutama ketika beberapa ilmuwan di University of Texas berhasil melakukan percobaan membuat baterai berjenis ini. Baterai ini juga memiliki kelebihan dibandingkan baterai jenis Li-on yang diantaranya adalah :

  1. Ongkos produksi lebih murah dibandingkan dengan baterai berjenis li-on, maka dapat menekan harga mobil listrik yang mana saat ini masih relatif tinggi.
  2. Daya listrik yang lebih kuat dan stabil.
  3. Kinerja yang bagus di suhu tinggi (>60 ° celcius)
  4. Lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan material nikel dan cobalt.

Selain keunggulannya dibandingkan dengan baterai Li-on, baterai LFP juga memiliki beberapa kelemahan yang diantaranya :

  1. Tidak ideal untuk mobil listrik dengan jarak tempuh yang jauh, karena baterai LFP memiliki densitas energi yang rendah dibandingkan dengan baterai Li-on. Oleh karena itu baterai jenis ini cocok untuk mobil listrik untuk penggunaan dalam kota.
  2. Energi listrik yang dapat dikeluarkan sulit untuk diukur. Pada mobil yang menggunakan baterai LFP, penunjuk jarak tempuh pada dashboard seringkali tidak akurat karena memang baterai ini memiliki karakter pengeluaran energi listrik yang rumit untuk diukur. Olah karena itu kadang angka jarak tempuh pada dashboard kadang tidak akurat dengan kemampuan baterai sebenarnya. Hal ini terbukti pada Tesla Model 3 yang dibuat di Cina, pada beberapa kasus jarak tempuh maksimal yang tertera tidak sesuai dengan kenyataannya.

Dengan kelebihan dan kekurangannya, baterai berjenis LFP ini memang merupakan alternatif yang ideal, selain baterai berjenis Li-on yang hingga kini masih digunakan sebagian besar mobil listrik dan hybrid. Bukan tidak mungkin kelebihannya baterai LFP ini dapat menggantikan baterai Li-on di masa yang akan datang.

Related Articles

Add Comment