Sah, Mobil Listrik Wajib Mengeluarkan Suara

Category: Berita, Mobil Listrik, Nasional 11 0

Kementerian Perhubungan baru-baru ini telah mengesahkan kewajiban kendaraan elektrik khususnya mobil untuk dilengkapi peralatan yang bisa mengeluarkan suara. Hal ini tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor dengan Motor Penggerak Menggunakan Motor Listrik.

Pada peraturan tersebut khususnya pasal 32 disebutkan bahwa untuk aspek keselamatan kendaraan listrik harus dilengkapi alat atau perlengkapan yang dapat mengeluarkan suara yang memiliki frekuensi maksimal 75 desibel. Selanjutnya pada pasal 35 dijelaskan juga kalau mobil listrik yang masih diproduksi harus dilengkapi dengan alat ini dalam jangka waktu 4 tahun sejak tahun ditetapkan aturan ini. Sedangkan kendaraan listrik yang masih dalam proses pengujian dan belum masuk tahap produksi harus dilengkapi komponen tersebut selambatnya 2 tahun sejak tahun ini.

Berbeda dengan di Eropa, peraturan yang hampir mirip baru diterapkan pada bulan Juli tahun lalu (2019), padahal mobil listrik di eropa populasinya sudah banyak beredar sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada aturan tersebut dikenal juga istilah Avas – Acoustic Vehicle Alert Systems, jadi sistem ini pada dasarnya adalah sistem suara buatan yang wajib dipasang pada mobil listrik roda empat yang dijual di Uni Eropa. Yang membedakan aturan AVAS di Eropa ini mewajibkan mobil listrik mengeluarkan suara pada saat kecepatan kurang dari 19 km/jam dan pada saat mobil berjalan mundur. Ini bertujuan agar melindungi para pejalan kaki dan pengguna jalan lain terutama di jalan dalam kota.

Satu-satuya persamaan peraturan ini antara Indonesia dan Eropa adalah batasan maksimal suara yang ditimbulkan tidak lebih dari 75 desibel.

Related Articles

Add Comment