Cara Kerja Mobil Hybrid

Diperkenalkan oleh pabrikan Toyota pada tahun 90an, sistem hybrid saat ini diadopsi oleh hampir semua pabrikan otomotif sebagai upaya untuk membuat mobil yang lebih ramah lingkungan dan sekaligus hemat bahan bakar.

Apabila kita lihat dari kata ‘hybrid’ atau hibrid sendiri, kata tersebut diambil dari bahasa latin ‘hybridia’ yang bermakna atau memiliki arti : dua elemen yang berbeda namun satu kesatuan. Jadi mobil hybrid secara definisi adalah mobil yang memiliki dua sistem sumber tenaga/mesin yang berbeda jenis satu sama lainnya, dalam hal ini biasanya adalah mesin konvensional (bakar) dan mesin listrik.

Secara sederhana mobil hybrid adalah mobil yang memiliki dua jenis mesin yakni mesin bensin/solar dan mesin listrik. Mobil jenis ini disebu-sebut juga sebagai solusi tengah apabila kita ingin memilih mobil dengan karakter yang mirip dengan mobil listrik namun juga ingin seperti mobil konvensional.

Cara Kerja Mobil Hybrid

Untuk dapat memahami secara penuh bagaimana mobil hybrid ini bekerja sangatlah penting untuk mengetahui juga fungsi-fungsi komponen yang ada dalam sistem hybrid tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, mobil hybrid adalah mobil yang memiliki dua jenis mesin yaitu mesin bakar dan mesin listrik dan juga ditambah sebuah atau beberapa baterai sebagai sumber tenaga untuk mesin listriknya lalu tentu saja dikontrol oleh sebuah unit control elektronik. Kemudian fungsi dari komponen-komponen tersebut bisa digambarkan secara garis besar seperti berikut:

  • Mesin bakar berfungsi sebagai sumber tenaga dominan yang biasanya dibutuhkan ketika mobil melaju dalam kecepatan konstan di atas 30-40 km/jam (tergantung mobil). Mesin ini juga otomatis bekerja ketika kita melakukan akselerasi mendadak dari kecepatan rendah, dan pada situasi ini mesin listrik juga masih berfungsi beberapa saat untuk menambah tenaga dan torsi.
  • Motor listrik bekerja sebaliknya, ia secara dominan berfungsi sebagai sumber tenaga untuk kecepatan rendah. Itulah mengapa ketika kita mulai menyalakan, mobil hybrid tidak akan mengeluarkan suara apapun karena mesin listriknya yang bekerja. Listrik yang digunakan oleh mesin listrik berasal dari energi listrik yang ada didalam baterai yang terisi secara otomatis pada saat mobil mengerem atau sedang deselerasi. Perlu diingat baterai disini berbeda dengan baterai 12 volt biasa yang sering digunakan untuk kelistrikan mobil biasa.
  • Baterai pada mobil hybrid berfungsi vital sebagai sumber tenaga utama mesin listrik. Dia akan dicharge terus menerus ketika mobil berjalan terutama pada saat mengerem dan deselerasi. Oleh karena itu pada pada kondisi normal, baterai mobil hybrid biasanya tidak akan pernah benar-benar kosong.
  • Unit control pada mobil hybrid berfungsi sebagai otak yang mengatur pendistribusian tenaga dari kedua mesin sesuai dengan kebutuhannya. Unit ini jugalah yang mengatur kapan mesin listrik mati dan kapan mesin bensin bekerja, begitupun sebaliknya.

Lalu Bagaimana Mobil Hybrid Bekerja?

Ketika misalnya anda menggunakan mobil hybrid di perkotaan dengan kecepatan kurang dari 50 km / jam, dan apabila baterai hybridnya masih dalam kondisi prima dan juga tidak terlalu kosong, maka pada situasi ini mesin bakar akan dalam kondisi mati.

Cara kerja mobil hybrid

Lalu apabila ternyata anda ingin menyalip mobil didepan anda karena terlalu lambat misalnya, maka refleks anda akan berakselerasi dengan menginjak pedal gas lebih dalam lagi. Maka pada kondisi ini unit control akan memerintahkan dua mesin supaya bekerja berbarengan agar mobil bisa lebih cepat berakselerasi. Namun apabila proses akselerasi selesai dan mobil kembali pada situasi kecepatan stabil, maka mesin listrik akan mati dan hanya mesin bakar yang berfungsi.

Seperti kita ketahui mengerem dan deselerasi sering terjadi di jalan raya terutama di jalan perkotaan. Secara paralel pada kondisi tersebut mesin bakar biasanya akan mati dan secara otomatis akan mengubah energi kinetik yang dihasilkan ketika mengerem dan deselerasi menjadi energi listrik yang kemudian disimpan ke dalam baterai hybridnya.

Ketika anda berhenti, mesin bakar akan mati. Oleh sebab itu seperti yang telah dijelaskan diatas kita tidak akan mendengar suara apapun ketika kita menyalakan mobil hybrid untuk pertama kalinya, karena mesin listrik yang akan bekerja pada start awal.

Beberapa Tipe Mobil Hybrid

Saat ini ada beberapa model atau tipe hybrid yang ditawarkan oleh pabrikan mobil.

  • Mild-Hybrid. Tipe hybrid yang sering disebut juga micro-hybrid ini pada dasarnya menggunakan sistem hybrid yang sangat simpel, dengan tujuan agar harga jual lebih terjangkau. Pada jenis ini motor bakar ‘hanya’ dibantu oleh sebuah dinamo starter yang juga berfungsi sebagai alternator sekaligus generator yang akan bertugas menyerap energi listrik ketika mengerem atau ketika deselerasi. Kemudian energi listrik tersebut akan disimpan pada sebuah baterai kecil berkapasitas 48 volt, yang mana baterai ini akan berfungsi sebagai sumber tenaga dinamo tersebut untuk membantu kerja mesin mobil pada saat start and stop dan akselerasi. Pada dasarnya pada sistem ini fungsi mesin listrik digantikan oleh alternator-generator kecil yang membantu mesin bakar bekerja secara efisien. Contoh mobil yang menggunakan sistem ini adalah Suzuki Ertiga. Kelebihan dari sistem ini adalah harga jualnya lebih murah dan konsomsi bahan bakar irit walaupun tidak seirit full hybrid. Kekurangannya dengan jenis hybrid ini adalah fungsi hybrid yang sangat terbatas, misalnya tidak bisa berjalan full elektrik.

  • Full Hybrid. Jenis hybrid ini adalah sistem hybrid yang paling banyak digunakan oleh pabrikan otomotif untuk mobil hybrid mereka. Salah satu mobil yang terkenal menggunakan sistem ini adalah Toyota Prius. Mobil jenis hybrid ini memiliki 2 mesin yang berbeda yakni mesin listrik dan mesin bakar (bensin maupun diesel). Dengan sistem hybrid ini mobil memiliki kemampuan melaju dengan 100 persen menggunakan mesin listrik walaupun jarak tempuhnya terbatas. Lebih lanjut cara kerja sistem ini telah dijelaskan pada bagian awal artikel ini.
  • Hybrid Rechargeable. Sistem hybrid ini terkenal juga dengan istilah ‘Hybrid PHEV’, jenis hybrid ini lebih kompleks bila dibandingkan dengan full hybrid. Sesuai namanya baterai pada mobil ini dapat diharge dari charger eksternal, karena baterainya berkapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan baterai pada full hybrid. Oleh karena itu mobil ini sanggup melaju full elektrik hinga puluhan kilometer dengan kecepatan hingga 100km/jam lebih, dengan tujuan tentu saja mengurangi konsumsi bahan bakar mesin konvensionalnya. Apalagi kalau anda menggunakan mobil kurang dari 50 kilometer setiap harinya. Kekurangannya dari jenis hybrid ini selain harganya relatif lebih mahal, pada beberapa merek akan mengurangi kapasitas baterai karena baterai yang digunakan lumayan memakan tempat. Salah satu mobil yang menggunakan sistem ini adalah Mitsubishi Outlander PHEV.

Apabila kita perhatikan dari ketiga jenis hybrid tersebut, dapat diambil persamaan bahwa sebuah mobil hybrid dilengkapi dengan sistem yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar yang dibutuhkan oleh mesin konvensional, yang mana pada akhirnya emisi gas buang yang dilepas ke udara pun akan berkurang.

Untuk mengetahu lebih lanjut lagi bagaimana perbedaan mobil hybrid apabila dibandingkan dengan mobil ramah lingkungan lainnya seperti mobil listrik, anda bisa membaca artikelnya pada tautan ini.